PENAFIANKU: BILA KAU JADI BERGALAU

Tata bahasa Indonesia dalam praktik tulis-menulis; bukan tata bahasa dalam linguistik pendidikan; bukan penyelisik cabang-cabang ilmu tata bahasa.

Semua tulisanku di situs ini adalah tanggung jawabku secara personal dan bukan merupakan sikap/pendapat media pers tempatku bekerja.

Aku bukan guru bahasa Indonesia, bukan ahli linguistik, dan bukan pula penggemar teori-teori gramatika. Maka, bila kau ke situs ini untuk mencari tahu apa definisi diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif dan kalimat majemuk subordinatif, misalnya, harus kukatakan kepadamu bahwa kau sedang … kesasar!

Dan walaupun titel kesarjanaan bukan prasyarat untuk menjadi pemerhati, praktisi, atau pencandu bahasa Indonesia, aku juga perlu memaklumkan bahwa aku bukanlah sarjana bahasa. Semua artikel kebahasaan di situsku ini kutulis berdasarkan pengalaman berpraktik—bukan teori dari buku pelajaran—menggumuli kata-kata sejak 1994 sebagai reporter dan redaktur surat kabar, serta dengan perkakas utama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kamus Tesaurus Bahasa Indonesia.

Sebab itulah, apabila pikiranmu menjadi galau, umpama kata, setelah membaca artikel-artikel yang acap kutulis manasuka dan tidak teoretis, dan kau sulit menerimanya sebagai kesahihan bertata bahasa yang patut, bergegaslah tanyai dosen atau guru bahasamu, supaya kegalauanmu tidak berlarut-larut dan tak semakin karut-marut.

Bahasa Indonesia acap dianggap sukar karena orang dicekoki banyak teori dan jargon. Bongkar kebiasaan lama!
— Menulis Kalimat™ (@spa_si) August 4, 2018