Penulisan kalimat langsung

Posted On // Leave a Comment
Bagaimana menulis kalimat langsung yang benar menurut kaidah baku tata bahasa Indonesia. Penulisan tanda petik (kutip), tanda koma, tanda titik, dan spasi dalam kalimat langsung.

Jarar Siahaan | Balige, Toba Samosir

kalimat langsung tanda petik koma menulis

Tujuh contoh penulisan tanda koma, tanda petik, titik, dan spasi yang SALAH dalam kalimat langsung:
  1. "Kalimatmu itu salah", kata Mawar.
  2. "Masak sih? Apa yang salah?", tanya Budi.
  3. "Antara lain penulisan tanda koma, tanda petik, dan spasi".
  4. Budi kemudian berkata,"Kalau yang ini apakah sudah benar?".
  5. "Kalimat itu juga masih salah,"
  6. "Ah, kalimatmu pun dari tadi salah semua kok!," kata Budi, kesal.
  7. Mawar protes: "Yang mana? Ngaco kamu"

Aturan menulis kalimat langsung


Bagian petikan langsung diapit dengan dua tanda petik ganda ("..."), bukan dengan dua tanda petik tunggal ('...').

Bagian petikan langsung diakhiri dengan salah satu dari tanda baca ini: koma, titik, tanda seru, atau tanda tanya.

Tanda petik penutup diletakkan setelah (bukan sebelum) tanda baca yang mengakhiri bagian petikan langsung.

Jika terdapat bagian kalimat lain (yang bukan petikan langsung) sebelum atau setelah petikan langsung, satu tanda spasi wajib dibuatkan untuk memisahkan bagian kalimat lain dari petikan langsung tersebut.

Bagian kalimat lain wajib diakhiri dengan satu tanda koma (atau terkadang tanda titik dua [:]) apabila bagian kalimat lain itu terletak sebelum petikan langsung.

CATATAN: pada uraian di atas, aku sengaja menulis/membedakan bagian petikan langsung dan petikan langsung. Yang kumaksudkan dengan bagian petikan langsung: kata-kata/ucapan yang dikutip. Sedangkan petikan langsung: kata-kata/ucapan yang dikutip beserta tanda petik yang mengapitnya.

Penulisan kalimat langsung yang benar


Jadi, berdasarkan aturan-aturan itu, ketujuh contoh kalimat langsung di atas mesti ditulis:

"Kalimatmu itu salah," kata Mawar. [Bukan ",]

"Masak sih? Apa yang salah?" tanya Budi. [Bukan ?",]

"Antara lain penulisan tanda koma, tanda petik, dan spasi." [Bukan ".]

Budi kemudian berkata, "Kalau yang ini apakah sudah benar?" [Bukan ," dan ?".]

"Kalimat itu juga masih salah." [Bukan ,"]

"Ah, kalimatmu pun dari tadi salah semua kok!" kata Budi, kesal. [Bukan !,"]

Mawar protes: "Yang mana? Ngaco kamu." [Bukan "]

Huruf besar dan huruf kecil pada petikan langsung


Dalam penulisan kalimat langsung, apabila petikan langsung dipenggal dalam dua bagian maka:
  • petikan langsung bagian pertama diawali dengan huruf besar
  • petikan langsung bagian kedua diawali dengan huruf kecil (kecuali nama diri).
Contoh kalimat:
"Coba saja telepon kembali besok," katanya, "dia pasti masuk kantor."

Kata Budi, "Buku teknik menulis itu enggak bagus," padahal dibelinya, "mahal pula itu."

"Aku tak begitu ingat namanya. Mungkin Tina, Nita, atau ...," ujar Budi, berpikir sejenak, "Lina! Ya, Lina."

Pada kesempatan lain akan kutulis artikel tentang penulisan tanda petik dan titik dalam bukan kalimat langsung.


Ikuti Menulis Kalimat di Facebook fb.com/menuliskalimat, dan artikel catatan harian dari situs pribadiku di fb.com/blogjararsiahaan.

Bagikan artikel ini dengan URL pendek:
http://benar.org/lgsung

“Bagikan pengetahuanmu. Itulah jalan untuk menggapai keabadian.” —Dalai Lama XIV


KLIK tombol Suka/Tweet/g+1 di atas jika artikel ini berfaedah, dan bagikan. Silakan narablog menyitat dengan syarat menautkan pranala laman kutipan.


TULIS komentar anda pada dua kotak di bawah dengan memakai Facebook atau Google+.


KEMBALI ke halaman beranda (klik logo) untuk melihat artikel terbaru.

Baca maklumat menuliskalimat.com

Tulislah komentar hanya terkait dengan artikel, dan jangan langgar etik berinternet (spam, trolling). Komentar dengan Facebook, Yahoo, Hotmail, atau Google+. Jika anda sudah punya akun Gmail, tinggal beberapa klik saja untuk mendapat alamat keren seperti google.com/+NamaAnda.

Sesekali saya sempat menjawab pertanyaan, termasuk di Twitter @spa_si dan +Tata Bahasa Indonesia, jika tidak membutuhkan jawaban panjang.

Narablog tak perlu izin untuk menukil tulisan dari menuliskalimat.com. Tautkan laman sumbernya; semudah itu saja. Jika anda pencinta nahunahu: tata bahasa; gramatika Indonesia dan ingin mendukung Menulis Kalimat, silakan pasang logo !’ di blog anda (lihat kodenya di bilah sisi kanan blog ini).

PENAFIAN: saya bukan sarjana linguistik atau penyelisik teori gramatika. Artikel di blog ini saya tulis berdasarkan pengalaman praktik menulis sebagai jurnalis. Karena itu, kalau anda ke situs ini untuk mencari tahu takrif diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif, misalnya, harus saya katakan bahwa anda sedang … tersesat. Tak jarang pula saya sengaja menabrak kaidah baku tata bahasa Indonesia, seperti menulis pronomina anda dengan fonem pertama /a/ berhuruf kecil, serta menulis kata sambung dan di awal kalimat. Jadi, waspadalah! Dan jika sebab itu pikiran anda bergalau, segera hubungi guru bahasa terdekat.

Surat cinta terindah adalah yang dikembalikan dengan perbaikan tanda baca dan ejaan kata.

Jarar Siahaan di Tanah Batak
@ja_rar
Sering saya tidak tahu ada pertanyaan pembaca dalam kotak komentar di artikel-artikel lama. Bila anda bertanya dengan komentar Facebook, tulislah akun saya @Menulis Kalimat atau @Blog Jarar Siahaan dalam komentar anda. Bila bertanya via komentar Google+, tulislah +Tata Bahasa Indonesia atau +Jarar Siahaan. Dengan begitu, saya akan mendapat pemberitahuan.
—www.jarar.net