Pengendali Kata: si dan sang

Posted On // 2 comments
Sekilas tentang nama julukan si Pengendali Kata dan Raja Iblis. Juga penulisan kata si dan sang pada nama orang atau nama benda: apakah dengan huruf kecil atau huruf besar.

Arti kata nama julukan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: nama yang ditambahkan pada nama asli; nama yang dipakai untuk mengganti nama asli (biasanya berkaitan dengan ciri-ciri tubuh atau watak khas pemilik nama).


Si Pengendali Kata: nama julukan dengan rima


Nama julukan si Pengendali Kata pertama kali disematkan pada namaku, Jarar Siahaan, oleh temanku David Khoirul di Google Plus. Kala itu aku menulis Status mengenai film Avatar: The Last Airbender (Avatar: si Pengendali Udara yang Terakhir). David Khoirul, narablog yang fasih menulis dalam bahasa Inggris, mengomentari tulisanku itu. Kalau Avatar Aang adalah si Pengendali Udara, tulis dia, maka Jarar Siahaan adalah si Pengendali Kata.

Elok nian pelesetan nama itu. Ada rima yang kebetulan di sana, mirip larik sajak, pada kata Avatar/Jarar dan Udara/Kata:
Avatar si Pengendali Udara;
Jarar si Pengendali Kata.

Nama alias Raja Iblis


Jauh sebelum beroleh nama julukan si Pengendali Kata, tahun 2007 aku juga dinamai sebagai Raja Iblis oleh musisi Viky Sianipar. Julukan itu ditulis oleh Viky pada sampul salah satu albumnya: terima kasih kepada Raja Iblis Jarar Siahaan. Selayang pandang pernah kutulis tentang nama Raja Iblis ini di akun Google Plus: Agama lain dikritik, senang; agama sendiri dijentik, marah.

Nama alias sama artinya dengan nama samaran. Tapi, aku tidak pernah menyamar dengan nama itu. Cukup banyak penulis komentar di situs blog, media sosial, dan forum yang menamakan diri mereka sebagai Raja Iblis, tapi tidak satu pun diriku. Aku selalu menulis dengan memakai nama dan identitas asli.

Penulisan si dan sang pada nama julukan


Secara umum, kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. Contoh penggunaan dalam kalimat:
1) "Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?" tanya ibu.
2) Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah tukang palak di terminal.
3) Lalu sang kekasih pun beranjak dan kemudian pergi.

Kata kecil pada kalimat 1) ditulis dengan huruf kecil, karena bukan merupakan nama. Pada kalimat 2) ditulis dengan huruf /K/ besar, Kecil, karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan, seperti kasus si Pengendali Kata.

Huruf besar: Sang Khalik, Sang Dwiwarna


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nama julukan bendera Indonesia, Sang Dwiwarna, ditulis dengan kata Sang berhuruf kapital /S/. Tapi, sang Merah Putih ditulis memakai huruf kecil /s/ pada kata sang.

Penulisan nama panggilan atau julukan Tuhan. Kamus itu menerbitkan kata khalik dengan huruf kecil /k/. Arti kata: pencipta (yakni Allah). Tapi, aku pribadi senantiasa menulis Sang Khalik dengan huruf besar. Tentu saja kau sebaiknya mengikuti apa yang ditetapkan dalam KBBI, khalik dengan huruf pertama /k/ kecil, atau tidak, terserahlah.

“Bagikan pengetahuanmu. Itulah jalan untuk menggapai keabadian.” —Dalai Lama XIV


KLIK tombol Suka/Tweet/g+1 di atas jika artikel ini berfaedah, dan bagikan. Silakan narablog menyitat dengan syarat menautkan pranala laman kutipan.


TULIS komentar anda pada dua kotak di bawah dengan memakai Facebook atau Google+.


KEMBALI ke halaman beranda (klik logo) untuk melihat artikel terbaru.

Baca maklumat menuliskalimat.com

Tulislah komentar hanya terkait dengan artikel, dan jangan langgar etik berinternet (spam, trolling). Komentar dengan Facebook, Yahoo, Hotmail, atau Google+. Jika anda sudah punya akun Gmail, tinggal beberapa klik saja untuk mendapat alamat keren seperti google.com/+NamaAnda.

Sesekali saya sempat menjawab pertanyaan, termasuk di Twitter @spa_si dan +Tata Bahasa Indonesia, jika tidak membutuhkan jawaban panjang.

Narablog tak perlu izin untuk menukil tulisan dari menuliskalimat.com. Tautkan laman sumbernya; semudah itu saja. Jika anda pencinta nahunahu: tata bahasa; gramatika Indonesia dan ingin mendukung Menulis Kalimat, silakan pasang logo !’ di blog anda (lihat kodenya di bilah sisi kanan blog ini).

PENAFIAN: saya bukan sarjana linguistik atau penyelisik teori gramatika. Artikel di blog ini saya tulis berdasarkan pengalaman praktik menulis sebagai jurnalis. Karena itu, kalau anda ke situs ini untuk mencari tahu takrif diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif, misalnya, harus saya katakan bahwa anda sedang … tersesat. Tak jarang pula saya sengaja menabrak kaidah baku tata bahasa Indonesia, seperti menulis pronomina anda dengan fonem pertama /a/ berhuruf kecil, serta menulis kata sambung dan di awal kalimat. Jadi, waspadalah! Dan jika sebab itu pikiran anda bergalau, segera hubungi guru bahasa terdekat.

Surat cinta terindah adalah yang dikembalikan dengan perbaikan tanda baca dan ejaan kata.

Jarar Siahaan di Tanah Batak
@ja_rar
Sering saya tidak tahu ada pertanyaan pembaca dalam kotak komentar di artikel-artikel lama. Bila anda bertanya dengan komentar Facebook, tulislah akun saya @Menulis Kalimat atau @Blog Jarar Siahaan dalam komentar anda. Bila bertanya via komentar Google+, tulislah +Tata Bahasa Indonesia atau +Jarar Siahaan. Dengan begitu, saya akan mendapat pemberitahuan.
—www.jarar.net