Kata depan {antara}

Posted On // 3 comments
Pemakaian preposisi (kata depan) antara dalam kalimat bahasa Indonesia. Apakah antara bisa disandingkan dengan konjungsi (kata penghubung) dengan {antara ... dengan ...}, dan {antara ... dan ...}, sampai {antara ... sampai ...}, atau {antara ... atau ...}, dan kata kerja melawan {antara ... melawan ...}? Apa perbedaan kalimat Kerajaan itu ditaklukkan antara tahun 1774 dan 1778 dengan Kerajaan itu ditaklukkan sejak tahun 1774 hingga 1778?


Kata depan antara sangat sering ditulis berbareng dengan kata-kata penghubung, seperti dan, atau, sampai, dan dengan. Dalam [ke]banyak[an] kalimat yang kutemukan, antara lain pada berita surat kabar, akan "lebih aman" dan lebih tepat menggunakan preposisi antara diiringi dengan konjungsi dan. Kendati begitu, pada kasus kalimat tertentu, kata penghubung dengan juga masih pantas dan tak begitu menyimpang kalau disandingkan dengan kata depan antara.

Kata depan (preposisi) antara dan kata penghubung (konjungsi)


{antara ... dengan ...}
Sebagai contoh, kalimat Konflik antara KPK dan Polri lebih tepat daripada Konflik antara KPK dengan Polri. Bila ingin tetap memakai kata penghubung dengan, menurutku, sebaiknya kata depan antara ditiadakan saja: Konflik KPK dengan Polri.

{antara ... dan ...}
Pada lema antara dengan makna "di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot)", buku Kamus Besar Bahasa Indonesia mencontohkan pemakaiannya dalam kalimat Kerajaan itu ditaklukkan antara tahun 1774 dan 1778. Berdasarkan makna kata antara yang dimaksudkan KBBI (di tengah-tengah dua waktu ...) pada kalimat itu, tidak diketahui tahun berapa persisnya kerajaan ditaklukkan. Bisa jadi tahun 1774, 1775, 1776, 1777, atau 1778. Mungkin juga tahun 1774 hingga 1777, atau 1775 sampai 1776, dst.

{antara ... sampai ...}
Bila yang dimaksud bahwa kerajaan ditaklukkan selama periode tahun 1774–1778, bukankah lebih tepat menulis kalimat tadi sebagai Kerajaan itu ditaklukkan antara tahun 1774 sampai 1778? Mungkin, sepertinya itu benar. Namun, aku berpendapat, untuk makna "selama kurun waktu", kalimat itu lebih tepat ditulis dengan memakai kata {mulai ... sampai/hingga ...}, Kerajaan itu ditaklukkan mulai tahun 1774 hingga 1778; atau {dari ... sampai/hingga ...}, Kerajaan itu ditaklukkan dari tahun 1774 sampai 1778.

Simak kembali arti kata antara menurut KBBI di atas: di tengah-tengah dua waktu ... (bukan selama dua waktu ...). Maka, menurutku, makna kedua kalimat ini pun berbeda:
[1] Adik tidur antara pukul 10.00 sampai 11.30.
[2] Adik tidur dari pukul 10.00 sampai 11.30.

Dalam kalimat [1], lamanya adik tidur tidak dipastikan, bisa saja pukul 10.15–11.25 atau pukul 10.17–11.18. Tapi, dalam kalimat [2], tegas tertulis bahwa lamanya adik tidur adalah (selama) satu setengah jam, yaitu pukul 10.00–11.30.

{antara ... atau ...}
Kalimat ini, Engkau mesti memilih antara mencintai aku atau mencintai dia, menurutku, sudah tepat. Tapi, kalimat Engkau mesti memilih antara aku atau dia, kurang tepat, dan sebaiknya ditulis sebagai Engkau mesti memilih antara aku dan dia.

{antara ... melawan ...}
Judul berita koran, misalnya pada liputan olahraga, sangat lazim menggunakan {antara ... melawan ...}. Contoh: Pertandingan antara PSMS Medan melawan Sriwijaya FC. Berpedoman pada makna dan kalimat contoh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tadi, kalimat itu seharusnya ditulis sebagai Pertandingan antara PSMS Medan dan Sriwijaya FC. Tapi, bahasa jurnalistik bersifat khas dan, dalam batas tertentu, halal untuk menyimpang dari kaidah baku tata bahasa Indonesia. Maka, andaikan aku redaktur olahraga yang menyunting judul tersebut, kata melawan akan tetap kupakai, karena kata itu lebih laku dan sedap di mata pembaca ketimbang kata penghubung dan.

Konjungsi {dengan}
Bagaimana jika kita tetap menulis preposisi antara secara bersamaan dengan konjungsi dengan seperti pada kalimat Konflik antara KPK dengan Polri? Bagiku, itu bukan masalah besar, silakan saja. Toh, pesan dalam kalimat itu tetap jelas tersampaikan dan tidak mendua. Yang penting kita sudah tahu tata kalimat yang baik dan benar. Sudah itu, tabrak saja! (Risiko ditanggung sendiri. Baca di sini.)

{antara ... atau/dan/dengan ...}
Kalimat contoh yang lain untuk pasangan kata depan dan kata penghubung {antara ... atau ...}, {antara ... dan ...}, serta {antara ... dengan ...}:
  • Yang mana lebih enak antara dicintai atau mencintai?
  • Ada perbedaan antara "di" sebagai kata depan dan "di" sebagai awalan.
  • Guru bahasa Indonesia menjelaskan apa perbedaan antara menulis cerpen dengan menulis esai.
Jika ketiga kalimat itu sudah tepat menurutmu, lanjutkan! Tapi, kalau terasa janggal, gampang saja: buang kata depan antara! Jangan biarkan ia bikin pikiranmu jadi galau!

Akhirulkalam, ingatlah judul gita lawas Iwan Fals Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarmu.


Bagikan artikel ini dengan URL pendek:
http://benar.org/anTara

“Bagikan pengetahuanmu. Itulah jalan untuk menggapai keabadian.” —Dalai Lama XIV


KLIK tombol Suka/Tweet/g+1 di atas jika artikel ini berfaedah, dan bagikan. Silakan narablog menyitat dengan syarat menautkan pranala laman kutipan.


TULIS komentar anda pada dua kotak di bawah dengan memakai Facebook atau Google+.


KEMBALI ke halaman beranda (klik logo) untuk melihat artikel terbaru.

Baca maklumat menuliskalimat.com

Tulislah komentar hanya terkait dengan artikel, dan jangan langgar etik berinternet (spam, trolling). Komentar dengan Facebook, Yahoo, Hotmail, atau Google+. Jika anda sudah punya akun Gmail, tinggal beberapa klik saja untuk mendapat alamat keren seperti google.com/+NamaAnda.

Sesekali saya sempat menjawab pertanyaan, termasuk di Twitter @spa_si dan +Tata Bahasa Indonesia, jika tidak membutuhkan jawaban panjang.

Narablog tak perlu izin untuk menukil tulisan dari menuliskalimat.com. Tautkan laman sumbernya; semudah itu saja. Jika anda pencinta nahunahu: tata bahasa; gramatika Indonesia dan ingin mendukung Menulis Kalimat, silakan pasang logo !’ di blog anda (lihat kodenya di bilah sisi kanan blog ini).

PENAFIAN: saya bukan sarjana linguistik atau penyelisik teori gramatika. Artikel di blog ini saya tulis berdasarkan pengalaman praktik menulis sebagai jurnalis. Karena itu, kalau anda ke situs ini untuk mencari tahu takrif diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif, misalnya, harus saya katakan bahwa anda sedang … tersesat. Tak jarang pula saya sengaja menabrak kaidah baku tata bahasa Indonesia, seperti menulis pronomina anda dengan fonem pertama /a/ berhuruf kecil, serta menulis kata sambung dan di awal kalimat. Jadi, waspadalah! Dan jika sebab itu pikiran anda bergalau, segera hubungi guru bahasa terdekat.

Surat cinta terindah adalah yang dikembalikan dengan perbaikan tanda baca dan ejaan kata.

Jarar Siahaan di Tanah Batak
@ja_rar

Sering saya tidak tahu ada pertanyaan pembaca dalam kotak komentar di artikel-artikel lama. Bila anda bertanya dengan komentar Facebook, tulislah akun saya @Menulis Kalimat atau @Blog Jarar Siahaan dalam komentar anda. Bila bertanya via komentar Google+, tulislah +Tata Bahasa Indonesia atau +Jarar Siahaan. Dengan begitu, saya akan mendapat pemberitahuan.
—www.jarar.net