Ciak, berkeciak, menciak

Posted On // Leave a Comment
Apa arti kata {ciak} dan kata-kata turunannya ciak miak, ciak ciap, berkeciak, dan menciak? Mengapa aku memakai kata-kata itu sebagai pengganti twit, mengetwit, kicauan, berkicau, dan mengicaukan yang selama ini galib dipakai oleh pengguna Twitter di Indonesia?

Kata benda {ciak}, kata kerja {berkeciak}, dan kata kerja {menciak-ciak} pertama kali kutulis dalam artikel tentang frasa {advokat koruptor}—dua kata yang dihebohkan lewat Status Twitter oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana.


Dari {cicit} ke {ciak} di Kamus Besar Bahasa Indonesia


Kata {ciak} kutemukan secara sengaja dalam buku Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang selalu terwalak di sebelah komputerku. Kala itu aku memang berazam mencari kata lain untuk kupadankan dengan istilah asing {tweet}.

Selama ini pengguna Twitter di Indonesia memakai kata padanan {twit}, {kicau}, dan {kicauan}. Aku ingin tampil beda, dan karena itulah ....

Mula-mula aku melihat lema {cicit} yang diartikan KBBI: tiruan bunyi suara tikus atau anak burung. Bentuk kata kerjanya, {mencicit}, memiliki arti: bersuara "cit, cit" (seperti tikus atau anak burung). Kurang pas, pikirku, karena bersangkut paut dengan tikus. Aku tengah mencari kata-kata yang terkait hanya dengan suara burung atau unggas, yang menjadi simbol Twitter, dan bukan suara tikus.

Tidak jauh dari entri kata {cicit} itu, kulihatlah kata {ciak}. Yang satu ini kena benar!

Arti kata {ciak} {berkeciak} {menciak} menurut KBBI


  • arti kata benda {ciak}: burung kecil sebangsa pipit; tiruan bunyi seperti bunyi anak burung
  • arti kata benda {ciak ciap}: berbagai-bagai bunyi seperti bunyi anak burung (anak ayam dsb.)
  • arti kata benda {ciak miak}: ciap-ciap
  • arti kata benda {ciap}: tiruan bunyi anak ayam dsb.
  • arti kata benda {ciap miap}: berbagai-bagai tiruan bunyi anak ayam (anak burung dsb.)
  • arti kata benda {keciak}: tiruan bunyi "ciak, ciak"; bunyi anak ayam dsb.
  • arti kata kerja {berkeciak}: menciak-ciak (seperti bunyi anak ayam)
  • arti kata kerja {menciak}: berbunyi ciak-ciak (tentang anak burung)
  • arti kata kerja {menciak-ciak}: menciak.
Semua kata itu tidak terlepas dari unggas, bunyi-bunyian ayam atau burung, dan lebih khusus lagi: burung kecil sebangsa pipit, anak burung, dan anak ayam.

Arti kata {kicauan} {berkicau}


  • arti kata benda {kicau}: bunyi burung (terutama burung murai); celoteh; perkataan yang sebarang saja; tipu; kecoh
  • arti kata benda {kicauan}: kicau
  • arti kata kerja {berkicau}: berbunyi (tentang burung murai); berkata-kata sebarang kata saja; berceloteh; mengoceh.

Ciak, berkeciak, menciak; kicau, berkicau, mengicau


Barang tentu ada yang tak setuju bila disebut sedang mengoceh, menipu, menulis sebarang kata, atau berkata-kata melantur lewat tweet-nya di Twitter. Memang bisa diakali dengan tanda petik. Namun, agak merepotkan juga kalau kata turunan {berkicau} dan {kicauan} mesti selalu dibubuhi tanda petik saat dituliskan dalam twit, semisal kalimat Kenapa kau tak aktif "berkicau" di akun @ja_rar? dan Sungguh, "kicauan" yang kautulis kemarin sangat kusukai, mengingat limitasi setakat 140 leter di Twitter.

Aku sendiri tidak pernah memakai tanda petik pada kata {kicauan} dan {berkicau} sebagai padanan {tweet}, karena, menurutku, pada galibnya pembaca di Twitter sudah memafhumi maknanya bukan sebagai menulis kata yang bukan-bukan, meracau, apalagi berbunyi bak ciak-ciak anak burung. Begitu pula pada kata {ciak}, {berkeciak}, dan {menciak}, aku takkan menuliskan tanda petik.

“Bagikan pengetahuanmu. Itulah jalan untuk menggapai keabadian.” —Dalai Lama XIV


KLIK tombol Suka/Tweet/g+1 di atas jika artikel ini berfaedah, dan bagikan. Silakan narablog menyitat dengan syarat menautkan pranala laman kutipan.


TULIS komentar anda pada dua kotak di bawah dengan memakai Facebook atau Google+.


KEMBALI ke halaman beranda (klik logo) untuk melihat artikel terbaru.

Baca maklumat menuliskalimat.com

Tulislah komentar hanya terkait dengan artikel, dan jangan langgar etik berinternet (spam, trolling). Komentar dengan Facebook, Yahoo, Hotmail, atau Google+. Jika anda sudah punya akun Gmail, tinggal beberapa klik saja untuk mendapat alamat keren seperti google.com/+NamaAnda.

Sesekali saya sempat menjawab pertanyaan, termasuk di Twitter @spa_si dan +Tata Bahasa Indonesia, jika tidak membutuhkan jawaban panjang.

Narablog tak perlu izin untuk menukil tulisan dari menuliskalimat.com. Tautkan laman sumbernya; semudah itu saja. Jika anda pencinta nahunahu: tata bahasa; gramatika Indonesia dan ingin mendukung Menulis Kalimat, silakan pasang logo !’ di blog anda (lihat kodenya di bilah sisi kanan blog ini).

PENAFIAN: saya bukan sarjana linguistik atau penyelisik teori gramatika. Artikel di blog ini saya tulis berdasarkan pengalaman praktik menulis sebagai jurnalis. Karena itu, kalau anda ke situs ini untuk mencari tahu takrif diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif, misalnya, harus saya katakan bahwa anda sedang … tersesat. Tak jarang pula saya sengaja menabrak kaidah baku tata bahasa Indonesia, seperti menulis pronomina anda dengan fonem pertama /a/ berhuruf kecil, serta menulis kata sambung dan di awal kalimat. Jadi, waspadalah! Dan jika sebab itu pikiran anda bergalau, segera hubungi guru bahasa terdekat.

Surat cinta terindah adalah yang dikembalikan dengan perbaikan tanda baca dan ejaan kata.

Jarar Siahaan di Tanah Batak
@ja_rar
Baca artikelku tiap hari di blog KHAS dot co
www.khas.co