Tanda baca koma

Posted On // 2 comments
Pemakaian tanda baca koma dalam menulis kalimat. Sudah banyak artikel tentang tata bahasa Indonesia membahas penulisan koma dalam fungsinya yang umum, jadi aku takkan mengulanginya, tapi hanya menyoroti beberapa kasus penggunaan yang belum terlalu sering dipublikasikan, termasuk lewat buku pelajaran sekolah.

tanda baca koma

Koma dipakai sebelum kata penghubung dan, atau, tetapi dalam menggabungkan dua kalimat lengkap atau klausa yang dapat berdiri sendiri


Pada contoh di bawah ini, "Ia membaca" merupakan kalimat tunggal yang dapat berdiri sendiri, dan "kakaknya menulis pesan di Twitter" merupakan kalimat lengkap. Dua kalimat pertama di bawah ini benar, tetapi dua kalimat berikutnya keliru.

Ia membaca, dan kakaknya menulis pesan di Twitter.

Ia membaca, sedangkan kakaknya menulis pesan di Twitter.

Ia membaca, kakaknya menulis pesan di Twitter.

Ia membaca dan kakaknya menulis pesan di Twitter.

Tanda koma boleh mengikuti tanda titik dan tanda kurung dalam tubuh kalimat


Apakah masih perlu menulis gelar sarjana di belakang nama, misalnya S.H., jika di awalnya sudah tertulis gelar doktor (Dr.), tanya murid itu.

Tanda baca koma tetap dipakai setelah tanda pisah em dash (—) apabila memang diperlukan


Jangankan situs Menulis Kalimat—ditulis oleh Jarar Siahaan yang bukan sarjana bahasa—, Kamus Besar Bahasa Indonesia susunan profesor dan ahli tata bahasa pun bisa keliru.

Tanda koma boleh dipakai untuk menghindari kesalahpahaman


Contohnya, pada kalimat majemuk yang terlalu kompleks dan kalimat yang memiliki nama subjek/objek atau keterangan waktu yang berpotensi tertukar.

1.1 Temanku di SMA Mulia belum lancar memakai titik koma dan tanda pisah em dash. (Tidak jelas apakah temanku bernama Mulia ataukah sekolah yang bernama SMA Mulia.)

1.2 Temanku di SMA, Mulia, belum lancar memakai titik koma dan tanda pisah em dash. (Dengan koma, nama temanku adalah Mulia.)

2.1 Dalam ujian guru menulis kalimat harus memakai bahasa baku. (Masih membingungkan apakah ujian saja atau ujian guru, dan subjek kalimatnya tidak jelas.)

2.2 Dalam ujian guru, menulis kalimat harus memakai bahasa baku. (Jelas bahwa ini adalah ujian guru, sedangkan menulis kalimat sebagai subjek.)

2.3 Dalam ujian, guru menulis kalimat harus memakai bahasa baku. (Guru sebagai subjek kalimat.)

3.1 Menulis kalimat dalam bahasa Indonesia tidak seperti bahasa Inggris lebih mudah. (Yang lebih mudah dalam bahasa Inggris.)

3.2 Menulis kalimat dalam bahasa Indonesia, tidak seperti bahasa Inggris, lebih mudah. (Yang lebih mudah dalam bahasa Indonesia.)

4.1 Menurut berita Koran Toba pekan lalu, Bupati dipenjarakan. (Tidak diketahui kapan Bupati dipenjarakan.)

4.2 Menurut berita Koran Toba, pekan lalu Bupati dipenjarakan. (Diketahui bahwa Bupati dipenjarakan pada pekan lalu.)

Jika diperlukan, koma dipakai setelah tanda baca lain, seperti seru (!) dan tanda tambah (+)


Contoh: Aku baca di situs Yahoo!, bulan Mei yang lalu media sosial Google, Google+, sudah memiliki 170 juta orang pengguna dan diperkirakan akan mencapai 400 juta pada akhir tahun 2012.

Kali lain—ya, bukan kali ini—aku akan menulis tentang penggunaan tanda baca titik koma (;) beserta contoh-contoh kasus yang belum banyak diulas di buku pelajaran bahasa Indonesia, dan tentu saja tidak berkaitan dengan simbol mengerling [;)] yang lazimnya kita tuliskan di media sosial.


Alamat/URL pendek artikel ini untuk anda bagikan:
http://benar.org/ko-ma

Saya sering menulis teks ringkas perihal tata bahasa praktis di Twitter, Facebook, dan Google+. Ikutilah!



“Bagikan pengetahuanmu. Itulah jalan untuk menggapai keabadian.” —Dalai Lama XIV


KLIK tombol Suka/Tweet/g+1 di atas jika artikel ini berfaedah, dan bagikan kepada publik. Silakan narablog menyitat dengan syarat menautkan pranala laman kutipan.


TULIS komentar anda pada dua kotak di bawah dengan memakai Facebook atau Google+.


KEMBALI ke halaman beranda (klik logo) untuk melihat artikel terbaru.

Baca maklumat menuliskalimat.com

Tulislah komentar hanya terkait dengan artikel, dan jangan langgar etik berinternet (spam, trolling). Komentar dengan Facebook, Yahoo, Hotmail, atau Google+. Jika anda sudah punya akun Gmail, tinggal beberapa klik saja untuk mendapat alamat keren seperti google.com/+NamaAnda.

Sesekali saya sempat menjawab pertanyaan, termasuk di Twitter @spa_si dan +Tata Bahasa Indonesia, jika tidak membutuhkan jawaban panjang.

Narablog tak perlu izin untuk menukil tulisan dari menuliskalimat.com. Tautkan laman sumbernya; semudah itu saja. Jika anda pencinta nahunahu: tata bahasa; gramatika Indonesia dan ingin mendukung Menulis Kalimat, silakan pasang logo !’ di blog anda (lihat kodenya di bilah sisi kanan blog ini).

PENAFIAN: saya bukan sarjana linguistik atau penyelisik teori gramatika. Artikel di blog ini saya tulis berdasarkan pengalaman praktik menulis sebagai jurnalis. Karena itu, kalau anda ke situs ini untuk mencari tahu takrif diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif, misalnya, harus saya katakan bahwa anda sedang … tersesat. Tak jarang pula saya sengaja menabrak kaidah baku tata bahasa Indonesia, seperti menulis pronomina anda dengan fonem pertama /a/ berhuruf kecil, serta menulis kata sambung dan di awal kalimat. Jadi, waspadalah! Dan jika sebab itu pikiran anda bergalau, segera hubungi guru bahasa terdekat.

Surat cinta terindah adalah yang dikembalikan dengan perbaikan tanda baca dan ejaan kata.

Jarar Siahaan di Tanah Batak
@ja_rar

Dalam beberapa bulan ini saya sangat jarang menulis artikel di situs MenulisKalimat.com. Namun, di media sosial Facebook, Twitter, dan Google+ saya masih aktif hampir saban hari menulis status-status pendek yang praktis perihal tata bahasa Indonesia. Sukailah laman FB @Menulis Kalimat, ikuti Twitter @spa_si, dan lingkari Google+ @Tata Bahasa Indonesia.
—www.jarar.net