Kata berimbuhan: menghadiahkan, menghadiahi

Posted On // Leave a Comment
Perbedaan kata menghadiahkan dan menghadiahi, dan menuliskannya dalam kalimat supaya tepat makna. Kalimat kasus: pemberitaan mengenai pengacara Hotman Paris Hutapea yang memberikan satu mobil mewah senilai Rp9 miliar kepada putrinya Felicia Putri Parisienne Hutapea.

perbedaan kata menghadiahkan menghadiahi

Arti kata menghadiahkan: memberikan [sesuatu] sebagai hadiah.

Arti kata menghadiahi: memberikan [hadiah] kepada seseorang.

Perbedaan menghadiahkan dan menghadiahi


Kalimat yang salah: Hotman Paris menghadiahkan putrinya mobil Rp9 miliar. Kalimat yang benar: Hotman Paris menghadiahi putrinya mobil Rp9 miliar.

Kalimat yang salah: Hotman Paris menghadiahi mobil Rp9 miliar kepada putrinya. Kalimat yang benar: Hotman Paris menghadiahkan mobil Rp9 miliar kepada putrinya.

Kalimat rancu: ulang tahun yang ke-17


Kalimat ini rancu: Ulang tahun anak Hotman Paris yang ke-17. Pengacara Hotman Paris berhak protes mengapa ditulis bahwa dia memiliki 17 anak!

Menulis kalimat di atas dengan makna yang tepat: Ulang tahun yang ke-17 anak Hotman Paris. Dalam kalimat ini, angka 17 dimaksudkan pada "ulang tahun".

Menulis kalimat sederhana seperti kasus pengacara Hotman Paris itu pada dasarnya mudah. Tapi, jika ditulis dengan tidak cermat, makna kalimat bisa berbeda dari pesan yang sesungguhnya hendak disampaikan penulis, dan pihak lain pun bisa dirugikan.

Jika engkau memiliki contoh kalimat dengan kata kerja berakhiran -kan dan -i yang hendak kautanyakan, sila sampaikan di kotak komentar.

Bagikan artikel ini dengan URL pendek:
http://tpn.li/imbuhan

Saya sering menulis teks ringkas perihal tata bahasa praktis di Twitter, Facebook, dan Google+. Ikutilah!



“Bagikan pengetahuanmu. Itulah jalan untuk menggapai keabadian.” —Dalai Lama XIV


KLIK tombol Suka/Tweet/g+1 di atas jika artikel ini berfaedah, dan bagikan kepada publik. Silakan narablog menyitat dengan syarat menautkan pranala laman kutipan.


TULIS komentar anda pada dua kotak di bawah dengan memakai Facebook atau Google+.


KEMBALI ke halaman beranda (klik logo) untuk melihat artikel terbaru.

Baca maklumat menuliskalimat.com

Tulislah komentar hanya terkait dengan artikel, dan jangan langgar etik berinternet (spam, trolling). Komentar dengan Facebook, Yahoo, Hotmail, atau Google+. Jika anda sudah punya akun Gmail, tinggal beberapa klik saja untuk mendapat alamat keren seperti google.com/+NamaAnda.

Sesekali saya sempat menjawab pertanyaan, termasuk di Twitter @spa_si dan +Tata Bahasa Indonesia, jika tidak membutuhkan jawaban panjang.

Narablog tak perlu izin untuk menukil tulisan dari menuliskalimat.com. Tautkan laman sumbernya; semudah itu saja. Jika anda pencinta nahunahu: tata bahasa; gramatika Indonesia dan ingin mendukung Menulis Kalimat, silakan pasang logo !’ di blog anda (lihat kodenya di bilah sisi kanan blog ini).

PENAFIAN: saya bukan sarjana linguistik atau penyelisik teori gramatika. Artikel di blog ini saya tulis berdasarkan pengalaman praktik menulis sebagai jurnalis. Karena itu, kalau anda ke situs ini untuk mencari tahu takrif diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif, misalnya, harus saya katakan bahwa anda sedang … tersesat. Tak jarang pula saya sengaja menabrak kaidah baku tata bahasa Indonesia, seperti menulis pronomina anda dengan fonem pertama /a/ berhuruf kecil, serta menulis kata sambung dan di awal kalimat. Jadi, waspadalah! Dan jika sebab itu pikiran anda bergalau, segera hubungi guru bahasa terdekat.

Surat cinta terindah adalah yang dikembalikan dengan perbaikan tanda baca dan ejaan kata.

Jarar Siahaan di Tanah Batak
@ja_rar

Dalam beberapa bulan ini saya sangat jarang menulis artikel di situs MenulisKalimat.com. Namun, di media sosial Facebook, Twitter, dan Google+ saya masih aktif hampir saban hari menulis status-status pendek yang praktis perihal tata bahasa Indonesia. Sukailah laman FB @Menulis Kalimat, ikuti Twitter @spa_si, dan lingkari Google+ @Tata Bahasa Indonesia.
—www.jarar.net