Kalimat aktif jadi kalimat pasif

Posted On // Leave a Comment
Bagaimana cara menulis kalimat aktif Marwan mau mencium Mawar ke dalam bentuk kalimat pasif? Apakah dapat ditulis menjadi Mawar mau dicium oleh Marwan?

Ada kalimat aktif yang tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif, seperti Andi berteman dengan Budi tidak dapat dipasifkan sebagai Budi ditemani oleh Andi.

kalimat aktif bentuk pasif

Dalam kalimat aktif, subjek sebagai pelaku tindakan—yang menyatakan/melakukan sesuatu. Sedangkan dalam kalimat pasif, subjek dikenai tindakan.

Salah satu ciri kalimat aktif yaitu menggunakan kata kerja berawalan me- (termasuk memper-i dan memper-kan) atau ber-. Kalimat aktif juga bisa memakai kata kerja tanpa awalan me- atau ber-, seperti kata kerja aus pulang dalam kalimat Mereka pulang satu jam lalu. Sedangkan kalimat pasif memakai kata kerja berawalan di- (termasuk diper-i dan diper-kan) atau ter-.

Dalam kalimat pasif, kata kerja mencuri, misalnya, berubah bentuk menjadi dicuri; mencintai menjadi dicintai; menulis menjadi ditulis.

Contoh kalimat aktif: Berita kematian Mawar mengejutkan Marwan. Bentuk kalimat pasifnya: Marwan terkejut oleh berita kematian Mawar. Kata kerja mengejutkan (awalan me-) berubah menjadi kata kerja terkejut (awalan ter-).

Kalimat aktif Marwan telah membeli pulsa demi pacarnya, Mawar dapat diubah ke dalam bentuk kalimat pasif Pulsa telah dibeli oleh Marwan demi pacarnya, Mawar. Kata kerja membeli menjadi kata kerja pasif dibeli, dan subjek Marwan menjadi pulsa.

Kalimat aktif dan kalimat pasif dengan mau dan ingin


Ubahlah kalimat aktif Marwan ingin menonton konser Lady Gaga menjadi kalimat pasif. Seperti apa jadinya?

Menurut kaidah penulisan kalimat pasif, [apakah] menjadi Konser Lady Gaga ingin ditonton oleh Marwan? Masalahnya, kata ingin di sana memunculkan makna seolah-olah benda mati (konser Lady Gaga)-lah yang menginginkan supaya ditonton.

Kasusnya sama dengan kalimat Marwan mau mencium Mawar yang akan berubah makna jika dipasifkan Mawar mau dicium oleh Marwan. Nanti si Mawar akan protes: "Enak saja, aku tidak pernah mau untuk dicium!"

Dalam hal itu, ada kasus-kasus kalimat tertentu yang tidak bisa [dengan mudah] diubah ke dalam bentuk kalimat pasif, karena maknanya menjadi janggal atau berubah.

Cobalah ubah kalimat aktif Aku mau memeluk engkau ke dalam bentuk kalimat pasif.

Apakah Engkau mau aku peluk?

Bagikan artikel ini dengan URL pendek:
http://benar.org/Pasif

“Bagikan pengetahuanmu. Itulah jalan untuk menggapai keabadian.” —Dalai Lama XIV


KLIK tombol Suka/Tweet/g+1 di atas jika artikel ini berfaedah, dan bagikan. Silakan narablog menyitat dengan syarat menautkan pranala laman kutipan.


TULIS komentar anda pada dua kotak di bawah dengan memakai Facebook atau Google+.


KEMBALI ke halaman beranda (klik logo) untuk melihat artikel terbaru.

Baca maklumat menuliskalimat.com

Tulislah komentar hanya terkait dengan artikel, dan jangan langgar etik berinternet (spam, trolling). Komentar dengan Facebook, Yahoo, Hotmail, atau Google+. Jika anda sudah punya akun Gmail, tinggal beberapa klik saja untuk mendapat alamat keren seperti google.com/+NamaAnda.

Sesekali saya sempat menjawab pertanyaan, termasuk di Twitter @spa_si dan +Tata Bahasa Indonesia, jika tidak membutuhkan jawaban panjang.

Narablog tak perlu izin untuk menukil tulisan dari menuliskalimat.com. Tautkan laman sumbernya; semudah itu saja. Jika anda pencinta nahunahu: tata bahasa; gramatika Indonesia dan ingin mendukung Menulis Kalimat, silakan pasang logo !’ di blog anda (lihat kodenya di bilah sisi kanan blog ini).

PENAFIAN: saya bukan sarjana linguistik atau penyelisik teori gramatika. Artikel di blog ini saya tulis berdasarkan pengalaman praktik menulis sebagai jurnalis. Karena itu, kalau anda ke situs ini untuk mencari tahu takrif diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif, misalnya, harus saya katakan bahwa anda sedang … tersesat. Tak jarang pula saya sengaja menabrak kaidah baku tata bahasa Indonesia, seperti menulis pronomina anda dengan fonem pertama /a/ berhuruf kecil, serta menulis kata sambung dan di awal kalimat. Jadi, waspadalah! Dan jika sebab itu pikiran anda bergalau, segera hubungi guru bahasa terdekat.

Surat cinta terindah adalah yang dikembalikan dengan perbaikan tanda baca dan ejaan kata.

Jarar Siahaan di Tanah Batak
@ja_rar

Sering saya tidak tahu ada pertanyaan pembaca dalam kotak komentar di artikel-artikel lama. Bila anda bertanya dengan komentar Facebook, tulislah akun saya @Menulis Kalimat atau @Blog Jarar Siahaan dalam komentar anda. Bila bertanya via komentar Google+, tulislah +Tata Bahasa Indonesia atau +Jarar Siahaan. Dengan begitu, saya akan mendapat pemberitahuan.
—www.jarar.net