Asupan sehat untuk penderita diabetes

Asupan sehat untuk penderita diabetes

Makanan sehat untuk penderita diabetes sangat penting untuk menjaga gula darah tetap normal. Bagi diabetesi(sebutan untuk orang yang terkena diabetes), mengonsumsi makanan sehat yang memiliki indeks glikemik rendah merupakan kunci sukses mengontrol gula darah.

Sayangnya masih banyak diabetesi yang masih kurang memperhatikan keberadaan makanan ini. Padahal makanan sehat dengan indeks glikemik rendah mudah saja ditemui dan bisa dikonsumsi kapan saja.Penderita diabetes yang bijak wajib mengetahui mana makanan yang menyebabkan gula darah naik dan mana makanan yang menyebabkan gula darah turun. Selain itu menjalani olahraga secara rutin, pola makan teratur dan benar, cukup istirahat dan menghindarkan diri dari stress merupakan cara yang tepat untuk mengontrol gula darah. Berikut ini adalah asupan sehat agar penderita diabetes tetap sehat:

Kacang

Kacang merupakan makanan yang sangat baik untuk diabetesi. Ini disebabkan karena kacang memiliki kandungan rendah kalori tinggi serat kaya protein, kalsium dan magnesium.

Tomat

Tomat

Tomat mengandung likopen yang berperan penting dalam melawan penyakit. Tomat merupakan buah atau sayuran yang kaya akan zat besi, vitamin C, E dan K yang berguna memenuhi nutrisi tubuh. Anda dapat mengonsumsi tomat ddengan cara apasaja seperti dimakan langsung, dijadikan lalapan atu dibuat jus agar lebih nikmat. Namun perlu diingat, ketika membuat jus tomat jangan tambahkan terlalu banyak gula. Untuk mengetahui khasiat lain tentang tomat, silakan baca pada Manfaat Jus Tomat untuk Kesehatan.

Susu yang bebas lemak

Penderita diabetes sangat disarankan untuk mengonsumsi susu bebas lemak. Hal ini dikarenakan susu adalah sumber vitamin D yang berguna untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Aneka gandum

Seluruh makanan yang terbuat dari gandum aman untuk penderita diabetes. Ini dikarenakan gandum mengandung serat, Omega 3, folat, magnesium, kalium dan kromium yang berfungsi untuk kecukupan energi harian Anda.

Ubi jalar

Ubi jalar

Ubi jalar juga baik untuk pengidap diabetes. Meskipun memiliki rasa yang manis, namun ubi jalar memiliki kandungan glikemik rendah kaya serat dan vitamin A.

Diabetes adalah penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi seperti serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke. Oleh karena itu, sedini mungkin harus mendapat perawatan yang tepat agar tidak semakin parah. Jika Anda belum terkena diabetes, cegahlah dengan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang sehat. Baca juga Cegah Diabetes Sebelum Terlambat.

PENAFIANKU: BILA KAU JADI BERGALAU

Tata bahasa Indonesia dalam praktik tulis-menulis; bukan tata bahasa dalam linguistik pendidikan; bukan penyelisik cabang-cabang ilmu tata bahasa.

Semua tulisanku di situs ini adalah tanggung jawabku secara personal dan bukan merupakan sikap/pendapat media pers tempatku bekerja.

Aku bukan guru bahasa Indonesia, bukan ahli linguistik, dan bukan pula penggemar teori-teori gramatika. Maka, bila kau ke situs ini untuk mencari tahu apa definisi diftongisasi, uraian kaidah fonologi, atau arti jargon verba ekatransitif dan kalimat majemuk subordinatif, misalnya, harus kukatakan kepadamu bahwa kau sedang … kesasar!

Dan walaupun titel kesarjanaan bukan prasyarat untuk menjadi pemerhati, praktisi, atau pencandu bahasa Indonesia, aku juga perlu memaklumkan bahwa aku bukanlah sarjana bahasa. Semua artikel kebahasaan di situsku ini kutulis berdasarkan pengalaman berpraktik—bukan teori dari buku pelajaran—menggumuli kata-kata sejak 1994 sebagai reporter dan redaktur surat kabar, serta dengan perkakas utama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kamus Tesaurus Bahasa Indonesia.

Sebab itulah, apabila pikiranmu menjadi galau, umpama kata, setelah membaca artikel-artikel yang acap kutulis manasuka dan tidak teoretis, dan kau sulit menerimanya sebagai kesahihan bertata bahasa yang patut, bergegaslah tanyai dosen atau guru bahasamu, supaya kegalauanmu tidak berlarut-larut dan tak semakin karut-marut.

Bahasa Indonesia acap dianggap sukar karena orang dicekoki banyak teori dan jargon. Bongkar kebiasaan lama!
— Menulis Kalimat™ (@spa_si) August 4, 2018

APA yang dilakukan, bukan SIAPA yang melakukan

Aku tidak peduli apakah kau Jawa, Batak, Buddhis, ateis, angkuh, cuma tamatan sekolah dasar, abang becak, pelacur, pemabuk, atau pemakai narkoba, yang penting kau tidak menjahati orang lain. ~Twitter @ja_rar

Aku bisa membaca ketulusan atau ketidaktulusan dalam tutur katamu bahkan ketika kau belum menuntaskan kalimatmu. Aku bisa menyelami jalan pikiranmu yang sesungguhnya dengan membaca beberapa paragrafmu bahkan walaupun kau sengaja “mendandani” kalimat-kalimatmu. Aku bisa mengetahui apakah kau maling atau penipu bahkan ketika kau tak berkata-kata.

MenulisKalimat.com: Menulis Kalimat Tepat Makna

Situs Menulis Kalimat™ tidak semata-mata menerbitkan artikel mengenai kaidah baku tata bahasa Indonesia, melainkan kiat menulis kalimat yang tepat makna—bukan sekadar kalimat berbunga-bunga dan bukan pula teori berpautan jargon-jargon gramatikal—dan bagaimana memakai tanda-tanda baca dengan cara tidak biasa yang bahkan menabrak teori tata bahasa Indonesia!

MAKLUMAT PENTING LAGI GENTING!
Baca dengan saksama supaya engkau tidak menyesal.

Artikel-artikel tentang tata bahasa Indonesia di MenulisKalimat.com kutulis BUKAN untuk murid sekolah dan BUKAN sebagai rujukan pelajaran bahasa Indonesia—kendati kaum pelajar tidak kularang membacanya—, melainkan untuk kalangan praktisi bahasa, seperti wartawan, editor, penulis buku, narablog, cerpenis, esais, dsb.

Akan sering kautemukan “ajaran sesat”-ku—yang bertentangan dengan teori-teori tata bahasa Indonesia yang galib diajarkan oleh guru bahasa dan tertulis dalam buku pelajaran bahasa—di situs ini, akun media sosialku di Twitter @spa_si, Halaman Facebook Menulis Kalimat, dan Laman Google Plus +Tolak Alay!. Jika kau tidak memercayainya dan tidak cukup bernyali, jangan anut! Dan bila kauturuti, risiko ditanggung sendiri-sendiri.

Contohnya, komposisi kalimat sejenis Mendengar berita itu, ia pun bergegas pergi sering kupakai meskipun salah menurut tata bahasa Indonesia yang baku. Guru bahasa Indonesia akan meminta murid untuk menulisnya dalam pola kalimat yang taat asas, yaitu dengan memindahkan subjek {ia} ke awal kalimat: Ia mendengar berita itu dan bergegas pergi atau Ia mendengar berita itu, lalu bergegas pergi. Pasti kauingat, kan: struktur kalimat S-P-O-K. Atau, contoh lain, aku sering menulis kata penghubung {dan} serta {atau} di awal kalimat walaupun itu tabu menurut kaidah baku tata bahasa kita.

Jadi, kalau kauikuti ajaranku di situs ini atau akun media sosialku, berarti kau telah setuju bahwa segala risiko adalah atas tanggung jawabmu sendiri. Jangan memprotesku seumpama dosen atau guru bahasamu memberimu ponten merah karena kau menjawab soal-soalnya dengan kaidah tata bahasa berakidahkan Menulis Kalimat™ yang dinilai si guru sebagai keliru.

Aku ulangi: situs ini tidak kuazamkan sebagai rujukan pelajaran bahasa Indonesia bagi siswa atau mahasiswa, terkecuali kau sendiri yang memperlakukannya demikian.

Aku sudah mewanti-wantimu ….

Dan lagi, aku tak ingin mendoktrinkan akidah kebahasaanku seperti tabiat kaum agamawi. Kau merdeka untuk memilih: tata bahasa yang merumitkan (dan kaku) atau tata bahasa yang mengentengkan (dan lentur) menulis kalimat.

Padanan {where} {di mana} sebagai konjungsi antarklausa: {tempat}. Itulah yang baku, tapi sengaja kutabrak! Kenapa?
— Menulis Kalimat™ (@spa_si) August 14, 2018